Saturday, February 8, 2014 0 comments

Favourite

Kumpulan puisi oleh Rako Prijanto dalam filem 'Ada Apa Dengan Cinta?'



(1) Minit 9:38
Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa
Semua
Karena..
Kita..
Adalah..
SATU

(2) Minit 14:38
Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai

(3) Minit 27:32
Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja


Sumber 
0 comments

Testing

Kalau kamu mengharapkan bibir aku sarat memadahkan rasa sayang pada kamu,
kamu silap pilih orang.
Meski layanan aku baik hingga bikin kamu salah tafsir,
meski layanan kamu mesra sama aku,
sayang tong hati aku tak diisi penuh dengan nama kamu.
Lagi sayang kalau cobaan kamu itu separuh jalan.
Hahaha.
Sangat sia-sia.

Friday, February 7, 2014 0 comments
Kalau dengan berdiri kau rasa tinggi
jangan lupa kadang kaki lenguh
kau perlu duduk
mata rasa ngantuk
barangkali kau perlu bergolek.
Kau pikir kau masih tinggi?
Apa kau betah tanpa ada rasa lali?
Kau cuba pikir 2 kali.
Sunday, January 5, 2014 0 comments

Sesama manusia

Assalamualaikum.

Awal pagi begini bertemankan 2 sachet kafein. Niat mahu menelaah tertangguh. 'Soul'nya hilang pergi entah ke mana. Keep calm. 

Sekadar perkongsian. Daripada penglihatan kaca mata.

Rasa sakit dan perit yg bertandang buatkan kita lebih kenal apa itu hidup yang sebenar. Makin lama nyawa berhembus, makin berbukit pengalaman yg kita ada. Jika dilihat pada realiti, kita tak bisa puaskan hati setiap kepala. Itu jelas. Kenapa? Kerna kita ini rambutnya sama hitam, hati lain-lain. Pemikiran kita tak sama. Sebabkan itu, ada yg bermasam muka atau tak bertegur sapa. 

Entah lar. Acap kali dibilang hidup ini seperti roda. Ada benarnya juga. Hidup kita tak sentiasa berada di atas. Jadi, waspada bila kelak jatuh terjelepuk. Hari ini orang bergesel-gesel dgn kita, mungkin dengan apa yg kita ada kini. Esok, lusa? Habis madu sepah dibuang. Haha. 
 
Benar hidup melangkah berseorangan atau dalam erti kata yg lebih mudah di'pulau'kan itu sunyi. Tapi, optimis itu penting. Lagi pun, panjatkan rasa syukur atas apa yg menimpa. Anggap ia satu proses berdikari. Sebab dengan nikmat yg sentiasa berdamping, kadang buatkan kita lupa pada sang Pencipta, buatkan kita leka dengan dunia.
 
Hubungan dengan manusia, kita tak boleh memaksa. Asal sudah mencuba, itu tidak mengapa. Macam omputeh kata, 'just go with the flow'. InsyaAllah, dunia ini tempat sementara. Rebut peluang tika masih berkesempatan, untuk terus mengenal makna diri.
 
Salam tahun baru. 2014
 
;